Pernyataan Sikap
FacebookTwitterGoogle könyvjelző
Written by Sukma Widyanti   
Thursday, 05 May 2011 07:24

ASEAN Youth Forum 2011 

1-2 Mei 2011, Jakarta,  Indonesia

Pemuda Menuntut Komunitas ASEAN yang berpusat pada Rakyat secara berkelanjutan

 

Dalam semangat nilai-nilai, prinsip, dan peran yang dibentuk dan diperkuat selama ASEAN Youth Forum (AYF), kami, 70 perwakilan dari Burma (Myanmar), Kamboja, Indonesia, Republik Rakyat Demokrat  Laos, Filipina, Thailand, Vietnam, dan seorang peserta dari Cina (ASEAN + 3) telah berkumpul pada tanggal 1-2 Mei  2011 di Jakarta, Indonesia yang diprakarsai oleh Pergerakan Indonesia, dalam acara AYF keempat. Selama forum ini, kami memajukan pembelaan dan merencanakan langkah-langkah efektif untuk keterlibatan pemuda yang bermakna, di tingkat lokal, nasional, maupun regional.

Kami meminta ASEAN untuk berkomitmen pada prinsip-prinsip yang berpusat kepada rakyat dengan memainkan peran krusial dalam mewujudkan peningkatan dan kemajuan dalam kehidupan mayarakat ASEAN, terutama untuk mengakui hak-hak dan isu kaum muda sepenuhnya.

Kami sadar bahwa masyarakat sipil ASEAN merupakan sosok penting untuk membantu ASEAN dalam mencapai mandat, komitmen, dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat ASEAN terutama untuk kaum mudanya.

Berdasarkan pada temuan dan diskusi yang telah kami laksanakan, kami mengedepankan empat isu relevan yang berdampak besar pada pemuda di ASEAN dan harus diatasi oleh pemerintah ASEAN: rendahnya kualitas pendidikan, tingginya tingkat pengangguran, lingkungan yang tidak berkelanjutan disebabkan oleh proyek pembangunan yang merusak, rendahnya kualitas pelayanan kesehatan rakyat.  Dalam hal ini, kami mengajukan rekomendasi untuk ASEAN mengatasi masalah-masalah tersebut.

Last Updated on Thursday, 05 May 2011 09:02
Read more...
 
About Pergerakan Indonesia PDF Print E-mail
FacebookTwitterGoogle könyvjelző
Written by Sukma Widyanti   
Thursday, 05 May 2011 06:16
The movement for economic and social justice

 

PERGERAKAN INDONESIA (PI), established on September 18th 2003 in Jakarta and have the first congress  on August 28th 2005 in Bogor.  PERGERAKAN INDONESIA is an open political organisation whose member are mostly young people with various background such as student, labour, peasant, lecturer, lawyer, civil servant, doctor, and others. PERGERAKAN INDONESIA’s ideology is Pancasila and the activities are based on six principles: Nationalism, People’s-oriented, Humanity, Diversity, Equality and Unity.

PERGERAKAN INDONESIA has broaden its coverage in 16 provinces : Aceh, North Sumatra, South Sumatra, Jambi, West Java, Banten, Jakarta, Central Java, Jogjakarta, East Java, West Borneo, Central Borneo, East Borneo, Bali, West Nusa Tenggara and South Sulawesi. Two provinces are now in the process to join PERGERAKAN INDONESIA are North Maluku and West Sumatra.

Last Updated on Thursday, 05 May 2011 06:51
Read more...
 
Deklarasi KPPI PDF Print E-mail
FacebookTwitterGoogle könyvjelző
Written by Administrator   
Saturday, 07 July 2007 09:54
Deklarasi KPPI Jakarta 18 September 2003
" Dengan ini kami menyerukan dan mengajak kepada setiap individu warga negara Indonesia dan seluruh komponen bangsa yang menjunjung prinsip-prinsip kebangsaan, kerakyatan, kemanusiaan, keberagaman, kesetaraan dan kebersamaan untuk menyatukan tekad dan merapatkan barisan, melangkah maju untuk Indonesia yang demokratis, adil dan sejahtera bersama kami : Pergerakan Indonesia. " 
Last Updated on Friday, 20 August 2010 04:47
 
POKOK-POKOK PIKIRAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI INDONESIA PDF Print E-mail
FacebookTwitterGoogle könyvjelző
Written by Sukma Widyanti   
Monday, 07 March 2011 13:56

Situasi Kemiskinan

Secara umum, problem kemiskinan di Indonesia masih begitu besar dan dialami masyarakat grassroot. Resoursis terus meningkat berkisar 250% untuk program penanggulangan kemiskinan, tetapi angka kemiskinan hanya berkurang sekitar 2%. Kemiskinan terjadi masyarakat pedesaan, juga kelompok masyarakat perkotaan yang rata-rata bersifat strukturl, yakni keterbatasan akses sumberdaya dan lapangan kerja di satu sisi, sementara biaya hidup terus meningkat. Proteksi negara masih terbatas, dan masih sporadis, sehingga belum mengcover struktur kemiskinan yang masif. Rentetan masalah kemiskinan ini jelas akan mengganggu stabilitas sosial ekonomi, yang rawan dimanipulasi secara politik oleh siapapun. Demokrasi politik terus mengalami dinamikanya, namun belum mampu meyakinankan masyarakat, karena arah demokrasi belum menuju kesejahteraan. Soal kemiskinan menjadi faktor kunci yang harus diatasi bangsa ini untuk menjamin masa depan negeri ini agar semakin membaik. 

Last Updated on Wednesday, 16 March 2011 06:33
Read more...
 
We are Volunteers PDF Print E-mail
FacebookTwitterGoogle könyvjelző
Written by Administrator   
Saturday, 07 July 2007 09:54

Kita tak boleh menyia-nyiakan kesempatan lalu ditinggalkan oleh waktu. Sumpah serapah kepada keadaan dan pihak lain sebagai sumber petaka tak akan membuat kita punya tenaga cukup untuk melangkah tegap.

Last Updated on Saturday, 21 August 2010 07:35
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2